Selasa, 12 Agustus 2008

Cuma 10 Menit

Menimba ilmu bukan hanya di kelas perkuliahan aja, tapi lewat berdiskusi atau sharing atau mencari informasi tentang sesuatu hal yang ingin diketahui atau apa pun namanya itu bisa menambah wawasan keilmuan kita lho. Nah, membaca buku adalah salah satu cara yang paling mudah untuk mendapatkan ilmu, the most common way for most people in the world.

Sebenernya ini pengalaman baru. Bertemu dengan beberapa teman baru dan banyak berdiskusi ternyata membuat cara berpikirku berubah. Kalau dulu aku cenderung untuk membatasi buku-buku yang mau dibaca, sekarang justru jadi pengen tau banyak buku-buku yang isinya (mungkin) berseberangan dengan pemikiran kita atau buku-buku yang aku hindari karena aku beranggapan bahwa isinya ga mungkin bisa aku pahami.

Beberapa judul buku yang merupakan tema baru buatku (untuk bulan Juli ini): Atas Nama Tuhan, Selamatkan Islam dari Muslim Puritan (Khaled Abou El Fadl), Aku Beriman Maka Aku Bertanya, Aku Menggugat Maka Aku Kian Beriman (Jeffrey Lang), Dua Wajah Tuhan (kalo ini filsafat bangedh), Marketing Revolution (TDW), Becoming A Star, 1 Million 2nd Chances (Mario Teguh) dan beberapa buku lainnya (pe-er membaca masih banyak niy ^_^; ). Ternyata membaca buku-buku seperti itu bisa nambah kosakata (ini tahapan yang paling awal) dan nambah pengetahuan yang sebelumnya mungkin kita ga akan pernah tau kalau kita ga mau baca (pokoknya banyaklah manfaat yang bisa diambil).

Membaca buku-buku (yang mungkin berseberangan dengan pemikiran kita) bukanlah hal yang salah/harus dihindari. Justru bisa membuat kita menjadi lebih bijak dalam berpikir. Pernah denger pepatah tentang ilmu padi? Tanaman padi semakin berisi akan semakin merunduk. Begitu juga hal ini akan terjadi pada orang yang berilmu, semakin berilmu maka seseorang akan semakin low profile. Dia akan menjadi orang yang berpikir lebih bijak, tidak mudah menilai sesuatu itu negatif, tidak mudah underestimate terhadap seseorang atau sesuatu hal dan bisa menghargai orang lain. Seseorang akan berpikir panjang ketika dia menghadapi berbagai situasi dan bersikap open mind terhadap sesuatu hal yang baru.

Seorang teman pernah mengatakan bahwa ilmu yang di-sharing itu akan menjadi semakin tajam. Karena tentu aja pengetahuan kita akan semakin berlipat ganda. Kalau diibaratkan perhitungan matematis 1+1=2 maka hal ini ga berlaku. Tapi 1+1=banyak. Karena 1 kepala + 1 kepala maka akan menghasilkan banyak pengetahuan/pemikiran baru. Satu hal yang aku percaya bahwa ketika kita mau belajar, apapun ilmu pengetahuan itu (asalkan bukan ilmu hitam ya…hehehe) insya Allah akan bermanfaat selama orang itu mau berusaha berpikir dan mencari manfaat dari ilmu tersebut. Bukankah wahyu yang pertama turun Q.S. Al Alaq:1 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”.

So, mulai dari sekarang yuk kita membiasakan diri untuk membaca. At least satu hari kita meluangkan waktu untuk membaca minimal 10 menit. Dan cobalah untuk menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan leher ke atas minimal sama dengan kebutuhan leher ke bawah. Artinya uang yang kita keluarkan untuk kebutuhan otak kita minimal sama dengan uang yang kita keluarkan untuk kebutuhan perut kita….ini saran dari Pak Tung, aku dapet waktu ikut seminarnya (^_^).

Hayoo ngaku siapa yang suka beli buku tapi ga dibaca atau ga selesai dibaca??? Hehehe.... harus diubah tuh kebiasaan kayak gituw...

Kebiasaan membaca bisa juga lho ditularkan ke orang lain. Ajak aja seseorang berdiskusi, terus pancing2 aja untuk membaca referensi tertentu. Kalau orang itu mau berpikir maka dia akan melakukan saran yang baik itu. Kalau ada kebaikan yang ditawarkan kepada kita apakah akan kita tolak??? Kalau ada orang yang menolak kebaikan maka bisa jadi dia termasuk orang yang merugi. JUST THINK DEEPLY (^_*).

1 komentar:

Karima Yolita mengatakan...

Yang sering membeli buku lalu jarang menyelesaikan membaca?

Itu gue banget!
I just buy interesting books, and only finish exellent books!
Tidak semua buku harus aku baca dari awal sampai akhir. Hanya buku terbaik, buku yang punya tema yang pas sama dengan yang aku butuhkan sekarang ato dalam rentang waktu tertentulah yang aku selesaikan. Selain itu, biarkanlah buku itu jadi koleksi di lemari buku. Pasti ia akan berguna, entah bagiku, entah untuk orang lain, entah besok, entah kapan. That's why i'm running a commercial library :p.

Kadangkala malah, aku bisa mengerti isi buku tersebut hanya dengan membaca beberapa halaman acak dari buku itu.

Prinsipku: ambillah yang terbaik dari yang terbaik pada saat yang tepat.

Cheers!!